Senin, 30 Desember 2013

" cabe - cabean "

Apa itu "Cabe-cabean?"

menurut gue jaman udah makin kacau aja yah, gue gak ngerti ? jangan tanya gue oke. sebelum ke cabe cabean gue pengen kasih tau dulu ke lo semua, sebelum kata cabe cabean ini fenomenal udah pernah ada yang fenomenal duluan kalian tau apa " ALAY "waktu gua SD belum ada nih kata kata ALAY , gak ada , jaman jaman gua SMA aja baru muncul kata alay , gue gak tau siapa yang mencetuskan kata ALAY pertama kali , sampe bumingnya keteraluan gitu . gak tau gue siapa pencetus alay pertama kali. jadi kalian gak usah tanya gue.
sesudah kata alay, jaman sekarang banget ini, di masa perkuliahan gue, gue diperkenalkan dengan kata " CABE CABEAN " beuuhhh akhir akhir lagi heboh banget sama kata " cabe cabean " , sumpah gue gak ngerti banget apa itu maksud dari kata cabe cabean . why cabe ? kenapa gak terong terongan, timun timunan, lengkoas lengkoasan, KENAPA HARUS CABE ??KENAPA ??

jadi gini awal mula pertama gue denger kata "cabe cabean" itu di kelas, waktu gue lagi kuliah, waktu temen gue ka anis nyeplos gitu " ahh lu jangan pada kayak cabe cabean dah", gue bingung dong, gue bukan anak gaul yang tau semua kostak kata atau artian artian gue ini cupu, you know ? , ya otomatis gue langsung tanya " hahaha cabe cabean apa'an si ka ?" dia cuma nyengir, ya karna menurut gue kata cabe cabean itu gak penting untuk gue tau artinya, yaudah gue abaikan, tapi keesokan harinya kata " cabe cabean " diucapkan lagi dan lagi, itu ngebuat gue semakin kepo apa'an si cabe cabean ?? akhirnya gue nanya ama temen sekelas gue yang gaulnya bagus ketimbang gue sebut saja putri .
" put, cabe cabean apa'an si ? "
" itu loh jeng anak anak cewe genit jaman sekarang "
langsung aja gue " oohhhh cewe genit, yaelah dasar cabe cabean"

semenjak itu hari gue berubah, gue jadi lebih dermawan karna tiap hari gue #prayforcabecabean << hesteknya @young_lexx :)) ditambah lagi setiap hari gue makin kepo sama anak cabe cabean. anak twitter pun sering menyebut kata " hahaha kayak cabe cabean jaman sekarang luh " atau seperti twitt dibawah pict ini :


akhirnya gue menemukan pencerahan gue di pertemukan dengan videonya bang @Young_Lexx di youtube , asli gua ngakak liatnya . sekarang gue ngerti cabe cabean itu yang kayak gimana.

|| dari tadi ngomongin kata cabe cabean mulu, jadi sebenernya cabe cabean itu kayak gimana si jeng ??? ||

iya santai dong ini baru mau gue bahas. gue ngereview lah yah bisa dibilang dari videonya bang @Young_Lexx , disini akan gue jelasin 5 kategori cabe cabean . langsung aja cekidottt>>>>


1. biasanya cabe cabean itu cewek pake BEHEL
gue gak tau yah behel ini kan udah tenar dari gue masih duduk di bangku SMA kelas 2, sekarang gue udah kuliah walaupun baru semester 1 , fenomena behel masih saja di sangkut sangkutkan, dulu katanya " yang pake behel ALAY ", berrevormasi menjadi " yang pake behel GAUL " eh sekarang " yang pake BEHEL cabe cabean " , iya si emang pake behel mending kenapa gitu giginya. ya ini CUMA BUAT GAYA DOANG, mana pasang behelnya bukan di dokter gigi, malah sangkin ngebetnya dia beli behel yang 35 50 han. jadi gue SETUJU aja cewek pake behel buat gaya gayaan masuk ke kategori pertama cabe cabean.

2. biasanya cabe cabean itu kalo malem minggu make up, udah make up abis abisan ujung ujungnya BELI BUBLE , haduh pliss deh beli buble aja pake make up , orang mah kalo pake make up mau ke kondangan, moll.  haduh plis deh kalo mau beli buble itu gak usah pake make up, kalo beli buble aja pake make up itu FIX FIX FIX cabe cabean.

3. biasanya cabe cabean itu BONCENG 3, celana pendek ( celama gemes ) , malah pernah gue liat bonceng 4 dempet dempetan kaya rantang, eh tapi bentar DULU yah DULU banget sebelum ada kata ALAY sama CABE CABEAN gue sering loh bonceng 4 kalo mau silatuhrami kerumah sodara-sodara gue selalu ceng'4 : bokap gue, nyokap gue, adek gue, dan gue . sorry bro dulu gue belom punya mobil jadi kendaraan paling berkeluarga yaitu motor dan DULUnya gue belom bisa naek motor, jadi FIX kalo itu bukan termasuk cabe cabean . lo tau lah yang dimaksud cabe cabean bonceng 3 itu gimana. 

4. cabe cabean biasanya kalo malam minggu pacaran di jembatan flay over men , itu parah, gue gak ngerti kenapa mereka pacaran di atas gembatan gitu, padahal kan mereka pacaran bisa , nonton bioskop, makan , maen bowling, maen timezone .gue gak ngerti kenapa mereka pacaran di jembatan kayak gitu antara gak punya duit atau irit atau apalah gue gak tau. 
gini nih cabe cabean :))

5. cabe cabean itu gak terima keadaan , dan semua berubah semenjak adanya kamera 360 , pertemanan jadi rusak , misal lo temenan gitu yah di facebook atau di twitter atau di sosial media lainnya, avatarnya cakep gilak, kecee gilak eh pas ketemuan lo dapet ZONK , jadi itu semacam penipuan , penipuan foto, kata bang yonglex juga seharus itu di masukan ke pasal penipuan foto . itu parah, pertemanan jadi rusak kacau balau.  semua menjadi indah karena efek kamera 360 .

oke segitu dulu pembahasan gue tentang cabe cabean, udah pada ngertikan cabe cabean itu yang kayak gimana , dan kategorinya kayak apa.OKE segitu aja kategori kategori cabe cabean, karna gue takut blog gue kepanjangan jadi nantinya takut gak bisa di publish :D sebenernya ada 10 yah kategori cabe cabean ala bang yong lexx itu , kalo kalian mau liat lebih jelasnya bisa tonton video di bawah ini. ini videonya bang @young_lexx yang ngebahas tentang cabe cabean seperti yang gue bilang diatas . oke sekian terimakasih :3



Jumat, 29 November 2013

Lo Siaw Ging: Dokter Tanpa Tarif

Dokter Lo (Foto: Solografi.com)
Dokter Lo (Foto: Solografi.com)
Nama lengkapnya Lo Siaw Ging, namun ia lebih dikenal dengan panggilan dokter Lo. Di Solo, Jawa Tengah, dokter keturunan Tionghoa berusia 78 tahun ini populer bukan hanya karena diagnosa dan obat yang diberikannya selalu tepat, tapi juga karena ia tidak pernah meminta bayaran dari pasiennya.
Setiap hari, kecuali Minggu, puluhan pasien antre di ruang tunggu prakteknya. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai tukang becak, pedagang kaki lima, buruh pabrik, karyawan swasta, pegawai negeri, hingga pengusaha. Pasiennya tidak hanya datang dari Solo, tetapi juga kota-kota di sekitarnya, seperti Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Klaten, dan Wonogiri.
Dokter Lo menjadi istimewa karena tidak pernah memasang tarif. Ia juga tak pernah membedakan pasien kaya dan miskin. Ia justru marah jika ada pasien yang menanyakan ongkos periksa padahal ia tidak punya uang. Bahkan, selain membebaskan biaya periksa, tak jarang Lo juga membantu pasien yang tidak mampu menebus resep. Ia akan menuliskan resep dan meminta pasien mengambil obat ke apotek tanpa harus membayar. Pada setiap akhir bulan, pihak apotek yang akan menagih harga obat kepada sang dokter.
Perlakuan ini bukan hanya untuk pasien yang periksa di tempat prakteknya, tapi juga untuk pasien-pasien rawat inap di rumah sakit tempatnya bekerja, RS Kasih Ibu. Alhasil, Lo harus membayar tagihan resep antara Rp 8 juta hingga Rp 10 juta setiap bulan. Jika biaya perawatan pasien cukup besar, misalnya, harus menjalani operasi, Lo tidak menyerah. Ia akan turun sendiri untuk mencari donatur. Bukan sembarang donatur, sebab hanya donatur yang bersedia tidak disebutkan namanya yang akan didatangi Lo.
“Beruntung masih banyak yang percaya dengan saya, ” kata dia.
Di mata pasien tidak mampu, Lo memang bagaikan malaikat penolong. Ia  menjungkirbalikan logika tentang biaya kesehatan yang selama ini sering tak terjangkau oleh pasien miskin. Apa yang dilakukan Lo juga seperti membantah idiom “orang miskin dilarang sakit”.
“Saya tahu pasien mana yang mampu membayar dan tidak.  Untuk apa mereka membayar ongkos dokter dan obat kalau setelah itu tidak bisa membeli beras? Kasihan kalau anak-anaknya tidak bisa makan, ” kata dia.
Gaya bicaranya tegas cenderung galak. Tidak jarang ia memarahi pasien yang menganggap enteng penyakit. Ia bercerita pernah benar-benar sangat marah kepada seorang ibu karena baru membawa anaknya ke ruang prakteknya setelah mengalami panas tinggi selama empat hari.
“Sampai sekarang masih banyak orang yang bersikap seperti itu. Memangnya penyakit itu bisa sembuh dengan sendirinya. Kalau sakit ya harus segera dibawa ke dokter. Jangan melakukan diagnosa sendiri, ” ujar anak ke 3 dari 5 bersaudara itu.
Toh meski galak, Lo tetap dicintai. Ia menjadi rujukan berobat terutama bagi mereka yang tidak  mampu. Namun dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini merasa apa yang ia lakukan bukan sesuatu yang luar biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan.
“Tugas dokter itu menolong pasiennya agar sehat kembali. Apa pun caranya. Saya hanya membantu mereka yang membutuhkan pertolongan dokter. Tidak ada yang istimewa, ” ujar dokter yang buka praktek di rumahnya, Kampung Jagalan, Jebres, Solo.
Dokter Sederhana
Lahir di Magelang, 16 Agustus 1934, Lo tumbuh dalam sebuah keluarga pengusaha tembakau yang moderat. Orang tuanya, Lo Ban Tjiang dan Liem Hwat Nio, memberi kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih apa yang dinginkan. Salah satunya adalah ketika Lo ingin melanjutkan SMA ke Semarang, karena dia menganggap tidak ada SMA yang kualitasnya bagus di Magelang ketika itu.
Setamat SMA, Lo menyatakan keinginannya untuk kuliah di kedokteran. Ketika itu, ayahnya hanya berpesan jika ingin menjadi dokter jangan berdagang. Sebaliknya jika ingin berdagang, jangan menjadi dokter. Rupanya, nasehat itu sangat membekas di hati Lo. Maksud nasehat itu, menurut Lo, seorang dokter tidak boleh mengejar materi semata karena tugas dokter adalah membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Kalau hanya ingin mengejar keuntungan, lebih baik menjadi pedagang. .
”Jadi siapa pun pasien yang datang ke sini, miskin atau kaya, saya harus melayani dengan baik. Membantu membantu orang itu tidak boleh membeda-bedakan. Semuanya harus dilakukan dengan ikhlas. Profesi dokter itu menolong orang sakit, bukan menjual obat, ” ujar suami dari Gan May Kwee ini.
Menjadi dokter sejak 1963, Lo mengawali karir dokternya di poliklinik Tsi Sheng Yuan milik Dr Oen Boen Ing (1903-1982), seorang dokter legendaris di Solo. Pada masa orde baru, poliklinik ini berkembang menjadi RS Panti Kosala, dan kini berganti nama menjadi RS Dr Oen.
Selain dari ayahnya, Lo mengaku banyak belajar dari Dr Oen. Selama 15 tahun bekerja pada seniornya itu, Lo mengerti benar bagaimana seharusnya menjadi seorang dokter.
”Dia tidak hanya pintar mengobati, tetapi juga sederhana dan jiwa sosialnya luar biasa, ” kata mantan Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.
Apa yang dikatakan Lo tentang membantu siapa pun yang membutuhkan itu bukanlah omong kosong. Ketika terjadi kerusuhan Mei 1998 lalu misalnya, Lo tetap buka praktek. Padahal para tetangganya meminta agar dia tutup karena situasi berbahaya, terutama bagi warga keturunan Tionghoa. Namun, Lo tetap menerima pasien yang datang. Para tetangga yang khawatir akhirnya beramai-ramai menjaga rumah Lo.
“Banyak yang butuh pertolongan, termasuk korban kerusuhan, masak saya tolak. Kalau semua dokter tutup siapa yang akan menolong mereka?” kata Lo yang juga lulusan Managemen Administrasi Rumah Sakit (MARS) dari Universitas Indonesia.
Hingga kerusuhan berakhir dan situasi kembali aman, rumah Lo tidak pernah tersentuh oleh para perusuh. Padahal rumah-rumah di sekitarnya banyak yang dijarah dan dibakar.
Kini, meski usianya sudah hampir 80 tahun, Lo tidak mengurangi waktunya untuk tetap melayani pasien. Setiap hari, mulai pukul 06. . 00 sampai 08. 00, dia praktek di rumahnya. Selanjutnya, pukul 09. 00 hingga pukul 14. 00, Lo menemui para pasiennya di RS Kasih Ibu. Setelah istirahat dua jam, ia kembali buka praktek di rumahnya sampai pukul 20. 00.
“Selama saya masih kuat, saya belum akan pensiun. Menjadi dokter itu baru pensiun kalau sudah tidak bisa apa-apa. Kepuasan bagi saya bisa membantu sesama, dan itu tidak bisa dibayar dengan uang, ” ujar dokter yang sejak beberapa tahun lalu berjalan dengan bantuan tongkat ini.
Menurut Lo, istrinya memiliki peran besar terhadap apa yang ia lakukan. Tanpa perempuan itu, kata Lo, ia tidak akan bisa melakukan semuanya.
“Dia perempuan luar biasa. Saya beruntung menjadi suaminya, ” ujar Lo tentang perempuan yang ia nikahi tahun 1968 itu.
Puluhan tahun menjadi dokter, dan bahkan pernah menjadi direktur sebuah rumah sakit besar, kehidupan Lo tetap sederhana. Bersama istrinya, ia tinggal di rumah tua yang relatif tidak berubah sejak awal dibangun, kecuali hanya diperbarui catnya. Bukan rumah yang megah dan bertingkat seperti umumnya rumah dokter.
“Rumah ini sudah cukup besar untuk kami berdua. Kalau ada penghasilan lebih, biarlah itu untuk mereka yang membutuhkan. Kebutuhan kami hanya makan. Bisa sehat sampai usia seperti sekarang ini saja, saya sudah sangat bersyukur. Semakin panjang usia, semakin banyak kesempatan kita untuk membantu orang lain, ” kata Lo yang selama 43 tahun perikahannya dengan Gan May Kwee tidak dikaruniai anak.
Di tengah biaya obat-obatan yang mahal, pelayanan rumah sakit yang sering menjengkelkan,  dan dokter yang lebih sering mengutamakan materi, keberadaan Lo memang seperti embun yang menyejukkan. Rasanya, sekarang ini tidak banyak dokter seperti Dr Lo.
Menengok sejarah Solo, yang dalam perjalanan waktu penuh intrik, peperangan dan kerusuhan, Dr Lo bagaikan oase di tengah gurun  nan gersang, (Ganug Nugroho Adi)

Rabu, 27 November 2013

Mawar Hitam Ternyata Ada, Tumbuh Alami di Turki

Foto: naturalgarden.org & ilikr.net
Pernah terbayang menerima bunga mawar hitam? Bunga ini benar-benar ada di negara Turki, bunga mawar hitam tumbuh alami di sana. Sayangnya, bunga langka ini mendekati kepunahan.
Dalam banyak cerita dan mitos, bunga mawar hitam sering dikaitkan dengan ilmu hitam atau dunia vampir. Ada juga yang mengatakan bahwa bunga mawar hitam adalah simbol cinta mati. Anda ingin memiliki bunga langka ini? Datanglah ke Halfeti, Turki.
Bunga mawar hitam banyak tumbuh subur di daerah Halfeti. Mengapa bisa ada mawar hitam di sana? Karena daerah Halfeti memiliki kondisi tanah yang langka dan berbeda dengan daerah lain. Iklim di sana juga dipengaruhi oleh sungai Efrat. Perpaduan inilah yang membuat mawar yang tumbuh di sana cenderung berwarna magenta tua atau ungu tua mendekati hitam.

Foto: candan.deviantart.comFoto: candan.deviantart.com
Pigmen alami itu bernama anthocyanin, yaitu kandungan warna alami yang juga terdapat pada raspberry dan blueberry. Mawar-mawar hitam ini biasanya hanya mekar 2 kali dalam setahun selama 15 hari.

Bunga Mawar Hitam Langka Hampir Punah
Sayangnya, konstruksi bendungan di Halfeti menggusur banyak tanah dan lahan. Jumlah mawar hitam yang tumbuh makin sedikit dan hampir mengalami kepunahan. Pejabat dan warga setempat masih berjuang mempertahankan bunga langka ini.
Bunga mawar hitam akan mekar dengan warna merah magenta gelap di musim semi dan musim gugur, namun warna hitamnya akan pudar saat musim panas. Pemerintah masih berusaha mempertahankan bunga langka ini sebagai daya tarik wisata Halfeti.


source : Vemale.com

Kebanggaanku dalam Kesederhanaannya

Salah satu kota kecil yang ada di provinsi Jawa Tengah, tetapi menyimpan begitu banyak harta karun. Kota yang tidak kalah ngetren dibandingkan kota yang lainnya. Kota yang. . . . . ahhh sangat luar biasa bagiku. Taraaaaa, yup kota itu adalah kota Solo aka Surakarta ^_^. Entah sejak kapan mulai terbesit rasa bangga terhadap kota kelahiranku ini. Ehmmm, ngomong-ngomong tentang perbedaan antara kata Solo dan Surakarta itu adalah . . . *krik krik krik* apa yaaaa tauklah yang penting itu kota istimewaku mempunyai 2 nama, keren kan? *salah fokus*


Seperti kataku tadi, Solo menyimpan beribu-ribu harta karun, eits jangan salah sangka dulu, harta karun disini bukan seperti harta karunnya si bajak laut, yang berupa koin-koin emas didalam peti, tetapi harta karun yang ada di Solo berharganya melebihi sepeti koin-koin emas itu, malahan sangking berharganya sampai-sampai tak ternilai deh harganya. Kebudayaannya, kulinernya, event-eventnya, dan tempat-tempat tak terduga yang sebelumnya belum terjamah yang kini telah diubah dengan mantra bimsalabim oleh pemkot Solo.  Meskipun akhir-akhir ini Si Solo sedang tertimpa hal yang sangat tidak menyenangkan yang sedang terjadi di kerajaan, itu tidak akan mengalihkan se-awesome-nya Solo. Dan jabaran berikutnya adalah alasan mengapa aku sangat bangga dengan kotaku ini.

Kota yang terdiri cuma dari 4 huruf ini menandakan kalau kotaku adalah kota yang sederhana. Iyalah sederhana, wong semua biaya hidupnya masih termasuk murah meriah jika dibandingkan dengan kota-kota yang lainnya. Ibarat warung makan itu yaa, harga kaki lima, tapi kualitas bintang lima. Contohnya hanya dengan uang 5000 aja udah bisa makan *apa sih ini dan abaikan* =D . Meskipun sederhana tapi kotaku elegan kok. Banyak acara-acara rutin yang diadakan, nggak hanya acara yang menyorot kebudayaan tetapi acara yang nyentrik pun ditampilkan dan dikemas sedemikian rupanya, seperti SIPA, Batik Solo Carnival, Kreaso, Keroncong Solo, Solo City Jazz, Rock in Solo dan anymore *sangking banyaknya tidak bisa disebutkan satu-satu* *sombong? Nggaklah, cuma bangga aja*


Selain sederhana, Solo juga mempunyai sesuatu yang nggak dipunyai kota lain. Mau tau, apa saja sesuatunya itu? Penasaran yaaa? Oke oke akan aku sebutkan. Solo itu mempunyai rel plus kereta uap Jaladara yang nyentrik ditengah-tengah kota lho, eh nggak ditengah-tengah juga deng, wong relnya dipinggir kok, hehehhe *jayus ya?* maksudku ada rel di pusat kotanya Solo, lebih tepatnya di sepanjang pinggir jalan Slamet Riyadi. Solo juga mempunyai bus tingkat lho, yang diberi nama bus Werkudara. Keren kan namanya? Seperti namanya, bus merah ini gagah banget deh, udah gedhe tingkat pula. Solo juga punya banyak berbagai taman kota, tapi ada satu taman yang emang bener-bener keren deh, sampai-sampai taman ini pernah beberapa kali dijadiin tempat syuting. Satu taman yang serba guna. Ada wisata airnya *jangan dibayangkan seperti wisata waterboom lho ya*, kalau suka dengan berbagai macam hewan reptile disini juga ada, kalau suka yang berbau tantangan disini ternyata juga ada tempatnya untuk outbond, atau kalau cuma kepingin meleyeh-leyehkan diri dibawah pohon-pohon rindang sangat tepat untuk datang ditaman ini, aku jamin pasti ditemani dengan hewan-hewan rusa jinak yang bebas mondar-mandir kesana kemari, hahahha. Di taman ini juga disediakan tempat pentas pertunjukan gitu deh. Satu taman yang serbaguna itu bernama Balekambang. Dan tempat tongkrongan muda mudi Solo tiap malam Minggunya, ya langsung aja meluncur ke area Ngarsopuro, selain ada night marketnya tempat ini juga memberikan kesan yang romantis gimana gitu. Soalnya sepanjang areanya dihiasi lampu-lampu yang ada dikurungan gitu deh. Kalau ke Solo dan belum nyobain sesuatu yang wah-wah ini, itu artinya wisata ke Solonya belum afdol deh. Ya nggak ya nggak?

 kereta uap JALADARA
http://uniqpost.com/wp-content/uploads/2012/04/jaladara2.jpg

bus tingkat WERKUDARA
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1abFfrZZhzgkftvEDOCnjM3M4o8s28p8OQlae9pex80jCDOrhXt_6xkebZJhFtCA2-Cz9r5gqfzmKMBsufV1tYSWYV0PzaAMxbLID7W6Uy3sbpjV23WZx6TSHaJI0AHCeO9PDLsII6wbH/s1600/qufdigi7.jpg

taman BALEKAMBANG

NGARSOPURO
http://kotawisataindonesia.com/wp-content/uploads/2013/08/ngarsopuro-solo.jpg
http://img268.imageshack.us/img268/5339/cimg5812.jpg

Aku juga bangga dengan penataan pasar-pasar tradisionalnya kota Solo. Nggak ada yang namanya becek, kotor, ataupun menjijikan. Bahkan PKLnya pun dibuatin tempat selayaknya yang pantas buat jualan. Jadi nggak ada lagi PKL-PKL yang bertebaran dan berantakan deh. Penataan kota Solo semakin hari semakin membuat bibirku ini selalu berucap satu kata “waaaahh. . .” *akunya yang ndeso kalik yaa*. Dan tak luput juga dari penglihatanku yang baru aku sadari kalau petugas parkir di Solo ada seragam khasnya sendiri, pake batik lurik gitu deh dan nggak ketinggalan blangkon hitamnya. Pokoknya keren abiiiis. Dan kalau aku berkunjung ke kota lain, tetap kota Solo jadi juara di hatiku. Kotaku yang nggak ada matinya. *jadi terharu sendiri pas ngetik ini*.

 Salah satu koridor di pasar tradisional NUSUKAN :)

 seragam petugas parkir, keren kan? :)
http://cdn.sindonews.com/dynamic/content/2013/08/01/22/768018/JGQ198QvRI.jpg?w=300

Menceritakan tentang Solo itu nggak kan ada habisnya deh. Mungkin kalau aku ikut lomba bercerita satu hari nggak akan cukup untuk menceritakan ke-elokkan kota Solo ini. Dan aku selalu berharap kota Soloku tetap menyandang kesederhanaannya yang menyimpan beribu kebanggaan bagi orang yang menikmatinya dan keep moving forward. *Aamiin* :)



Sabtu, 16 November 2013

Puisi Wisuda - Feby's

"Hari ini adalah hari yang bahagia untuk kita semua yang berada di ruangan ini, kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila di kelilingi oleh orang-orang yang kita cintai, berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak di ragukan lagi ketulusan Cintanya, dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita yaitu keluarga terutama Orang Tua. Keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini, tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan serta bimbingan dari orang tua."


Bahagiaku Surga mereka, dan Deritaku Pilu Mereka
Karya Feby

Aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yg gelap, pandanganku tertuju di kejauhan sana dengan senyuman yang sudah tak asing dimataku. Dua orang yang sangat aku hargai, dua orang yang hormati, aku cintai dan aku sayangi ya mereka papa dan mamaku dgn disertai senyuman aku berjalan menghampirinya, seiring dengan langkahterlintas dibenakku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini.

Mama yang telah mengandungku selama 9 bulan, Mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir ke dunia ini , Mama juga yang telah merawatku dengan penuh  kelembutan dan kasih sayang.
Papa yang telah mendidikku, papa yang rela bekerja banting tulang, ikhlas mengeluarkan keringat agar aku dapat menikmati hidup, Detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun.
apakah yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka ???
sering aku tutup kuping gak mau dengar nasehat mereka
sering banget aku bohong untuk kepuasanku,
sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalanku.
Sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku dan bahkan aku sering mengeluarkan kata kata kasar yang nggak pantas mereka dengar dari bibirku, dasar cerewet, kuno, kolot.

Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku?
TIDAK.. TIDAK sama sekali, mereka dapat tulus memaafkan kekhilafanku, mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka, bahkan mereka tetap menyebut namaku di setiap doa-doa mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini.
Ya tuhan …..
betapa durhakanya aku,tak sadarkah aku bahwa mereka  begitu berarti dalam hidupku
langkah-langkahku terhenti di depan papa dan mama ku
dan kupandangi wajah mereka inci demi inci
tubuh yang begitu indah kini mulai membungkuk
rambut yang begitu hitam dulu kini mulai memutih dan
kulit yang begitu kencang mulai keriput
ku tatap mata mereka yang berbinar binar dan mulai meneteskan air mata haru
bangga melihatku memakai toga ini
kucium tangan mereka,kupeluk mereka sambil berkata ….. papa…mama..,
yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas apa yang papa dan mama berikan kepadaku.
terima kasih pa ….
terima kasih ma …..
aku sayang papa dan mama hingga akhir hayatku ……..
Terima kasih..


Selasa, 29 Oktober 2013

WISUDA dan perjalanannya

Baru sempet bergulat lagi dengan dunia per-blog-an, setalah berminggu-minggu absen. I really miss it :*

Setelah perjuanganku bertahun-tahun berkutat dengan bangku perkuliahan, paper-paper tugas, mata perkuliahan yang terkadang menyenangkan tapi lebih banyak membosankan, berbagai macam karakter dosen, dan lain sebagainya, akhirnya aku bisa juga menuntaskannya. Hanya dibutuhkan waktu 3 tahun 0 bulan untuk bebas dari kuliah diplomaku. Hebatkan, bisa tepat waktu. Bangga? Tidak sama sekali. hahahaha. Baru bisa bangga kalau aku bisa menghasilkan uang sendiri dari jernih payahku.

Predikat lulus itu ibarat keluar dari beban satu tapi terjun ke pertanggungjawaban yang lebih beraaaaat. Gimana mau bangga (-_-) tapi itulah yang dinamakan dengan dunia kehidupan. Harus siap dalam segala kondisi dan posisi :) ya kan ya kan?

Anyway busway *apasih* tentang wisudaku yang berhasil aku lewati tepat pada tanggal 28 september 2013 lalu berjalan dengan gimana mestinya. Yang seharusnya bisa menjadi hari yang membahagiakan, tapi aku merasa hari yang biasanya. *entahlah apa yang kurasakan*

Ngomong-ngomong tentang gimana usahaku untuk bisa menjadi wisudawati, akan aku ceritakan bagaimana kisahnya. Wait wait wait, aku harus mulai dari mana yaaa, apa aku harus bercerita mulai dari aku kuliah semester 1? Oh NOOOOOO >o< hahahaha, tidak tidak, aku kan bercerita pas di semester terakhirku, SEMESTER 6 :)

Gini nih, sebelum aku menulis laporan yang dinamakan TA, aku harus menjalani proses pemagangan yang lebih dikenal dalam bahasa gaul MAGANG. Sebelum magang, aku harus nyari surat-surat untuk perijinan magang dan itu ribetnya amit-amit jabang baby deh, syusyaaaah sekayi, hahahhaha *lebay?emang iya* Setelah bolak-balik kesana kemari berhari-hari akhirnya dapat juga itu 3 kertas HVS, bukan masalah kertasnya tetapi isinya itu yang penting sekali. Nah, aku menjalani permagangan di sekolah dasar dekat rumahku selama kurang lebih 2 bulan. 2 bulan dengan rutinitas yang monoton, hanya itu itu saja. *membosankan?jangan ditanya lagi*

Lanjuuuuut, setelah selesai magang, tugasku adalah harus mengetik laporan hasil magangku, dengan bantuan dosen pembimbing, beberapa temanku yang baik hati dan pintar dan doa dari kedua orang tuaku, aku berhasil menyelesaikan dalam kurun waktu kurang lebih 3bulan. Dan kalau TA udah selesai harus ada yang namanya sebuah pengujian dari beberapa dosen aka SIDANG. Hari, tanggal, ruang, dan dosen penguji sudah ditentukan, tepat seminggu sebelum sidang, aku terserang sindrom ujian. hahahhahaha :D penyakit lamaku ternyata belum sembuh. Tetapi atas doa saudara-saudara sekalian, aku berhasil melewati sidang itu dengan tenang. Tetapi anehnya setelah dosen membacakan pernyataan kelulusanku, aku merasakan bahwa hal itu biasa saja. *aneeeh*

Setelah itu masih banyak persyaratan yang harus aku cari dan lengkapi, pas puasa-puasa, panas-panas, sendirian pula untuk menjadi seksi sibuk pontang-panting mencari lembaran demi lembaran persyaratan ditambah waktu kepotong dengan libur hari raya Idul Fitri pula, makin mepetlah waktu yang aku punya *cielah bahasanya*, harus berkorban berapa liter kucuran keringat, flasdisk 4GB hilang, dan berapa ratus ribu uang melayang, akhirnya lengkap sudah persyaratan lulus untuk mendapatkan SKL dan persayaratan untuk wisuda :) *senangnya*

Hari H telah tiba, bangun subuh-subuh bener hanya untuk merelakan wajahku dicoret-coret make up, dandan pake kebaya hasil persewaan dari luar kpta, hahahhahaha, tepat jam 6 aku berhasil berubah jadi mbak-mbak yang cuntik *pede banget sih* hanya ditemani mamaku tersayang dan mbaknya mamah, cus lah ke kampus tersayang UNS :) untuk melaksakan resepsi wisuda :) Dan ini dia hasil beberapa jepretan waktu wisuda :D, cekidot :



Introduction of Architecture Class

W For Words: 

Saya percaya sebuah statistik yang menyatakan bahwa hanya 1 dari setiap 1000 orang di dunia yang beruntung bisa hidup bahagia bersama cinta pertamanya. Sisanya harus berakhir di tengah jalan karena 1001 alasan yang tidak akan pernah sama. Bagaimana jika anda mendapatkan satu kesempatan lagi untuk berjumpa dengan cinta pertama anda di waktu dan kondisi yang sudah sangat jauh berbeda? Melodrama Korea yang hak distribusi nya dipegang oleh Lotte Entertainment ini berupaya mempresentasikan kasus langka tersebut sedekat mungkin dengan kenyataan.

Arsitek Seung Min tiba-tiba mendapat kunjungan wanita tak dikenal yang menginginkan dirinya membangun kembali rumah masa kecilnya di Pulau Jeju. Dia adalah Seo Yeon yang ternyata cinta pertama Seung Min di tahun pertama kuliah kelas arsitektur. Awalnya Seung Min menolak sebelum menyanggupi tugas terakhirnya ini sebelum bertolak ke Amerika Serikat. Kenangan indah kembali bangkit dimana kisah cinta lama mereka ternyata belum benar-benar selesai. Mungkinkah kesempatan kedua itu datang?



Sutradara sekaligus penulis skrip Lee Young-ju secara lugas membagi frame ke dalam dua masa yang berbeda dengan rentang waktu 15 tahun. Alur maju mundur itu sedikit banyak membantu penonton untuk bersungguh-sungguh memahami karakter Seung Min dan Seo Yeon sesuai usia mereka. Beberapa tempat yang menjadi lokasi syuting seperti kelas, kantor, rumah keluarga, warung makan juga mampu memberikan nuansa yang dibutuhkan termasuk rumah yang dibangun secara khusus di Kota Namwon, Pulau Jeju. Referensi struktural tahun 90an juga tidak hilang, lihat saja gaya rambut, baju gombrong, pemutar cd, komputer harddisk terbatas dan tentunya radio panggil alias pager

Tokoh Seung Min muda akan membuat banyak penonton pria bersimpati. Siapa yang tidak pernah merasakan ada di posisinya? Deg-degan melihat gadis pujaan lewat, keinginan memegang tangan dan menciumnya, meluangkan waktu bersama, menyatakan perasaan terdalam dsb. Je-hoon menjiwainya dengan naïf dan nervous sekaligus, tipikal lelaki pemalu yang lebih memilih mundur daripada maju dan menelan kekalahan. Tae-woong melanjutkan karakter tersebut ke dalam pria dewasa yang mandiri, rasional dan berkemauan keras. I love the transformation here!



Tokoh Seo Yeon remaja jelas pujaan banyak lelaki. Cantik, lembut, bercita-cita menjadi pianis ternama dan berasal dari kalangan berada. Su Jie menokohkannya dengan ceria dan bersemangat, tipikal gadis yang bisa mendapatkan apa saja. Ga-in melanjutkan karakter tersebut ke dalam wanita dewasa yang tegar, percaya diri dan tahu apa yang diinginkannya. Itulah sebabnya, Seo Yeon selalu tampak selangkah lebih maju di depan Seung Min untuk urusan inisiatif walau tidak sampai dikatakan agresif.



Bukan cuma urusan cinta, Young-ju turut menghadirkan apa yang biasanya ada di film negeri ginseng tersebut yaitu keluarga! Kecintaan Seo Yeon pada ayahnya terlihat dari tekadnya membangun kembali rumah yang telah runtuh serta kunjungan besuknya di rumah sakit. Relasi naik turun Seung Min dan ibunya justru lebih dalam lagi, pertengkaran dan perpisahan yang emosional juga mewarnai kehidupan mereka yang sederhana. Konektivitas sebuah hubungan panjang dilakukan lewat simbolis pintu rusak dan kaos Geuss milik Seung Min remaja serta batu bata tinggi badan dan jejak kaki milik Seo Yeon kecil. Hal-hal sepele yang bermakna dalam apabila diusung secara tepat.

Memori cinta pertama dan patah hati pertama bisa jadi membekas di lubuk terdalam setiap orang. Architecture 101 membangkitkan itu semua secara wajar dan relevan. Berbagai kesalahpahaman yang mengarah pada keputusan yang salah kerapkali berujung pada penyesalan dan rasa penasaran tanpa jawab di kemudian hari. Sad factor kali ini adalah perasaan pilu menyaksikan dua orang yang sebetulnya saling mencintai tapi tidak bisa bersama. Itulah realita pahit bahwa hidup memang tak selalu berakhir bahagia. Eventhough might not the way you want it to be but the ending sticks just perfectly to the statement.






Nah, gara2 habis liat itu film, aku jadi tertarik dengan bentuk rumah yang dibangun. Karena dulu sempet pernah tertarik untuk terjun dibidang arsitek dan tata bangunan gitu, tapi setelah digoyahkan dengan ketertarikan pada psikolog anak2, tetapi malah kesasar ke dalam sastra bahasa inggris (-_-) dunia yang sama sekali tidak aku kuasai. *salahfokus*

Dan bentuk bangunan rumah di film ini bener2 sangat unik dan I like it. I hope, someday I can build home like that. Rumah yang lega, banyak kaca jendela, berlantai 2, ada loteng yang ditumbuhi rumput, berhadapan dengan pemandangan laut, simple but fantastic. And I love it :*

Nah seperti ini gambar bangunan rumahnya, cekidot :D


Sabtu, 13 Juli 2013

L'Arc~en~Ciel 自由への招待 (Jiyuu eno Shoutai)



暴走への誘惑, 渋滞にて最悪
Bousou e no yuuwaku,  juutai nite saiaku.
ku dikendalikan untuk berlari dengan liar, didalam kemacetan yang parah
抑えてる状態, 自由への招待
osaeteru joutai,  jiyuu e no shoutai.
Ku mengejutkan negaraku (sekelilingku), sebuah ajakan untuk bebas
足取りは遅く, 中指は早く
ashidori wa osoku,  nakayubi wa hayaku.
Langkahku sangat lambat, namun jari tengahku sangat cepat
不機嫌な表情, 手に負えない症状
fukigen na hyoujou,  te ni oenai shoujou.
Ku merasa tak senang, dan ku tak dapat mengontrol perasaanku
急いで, 君への迷路を駆け回る
Isoide, kimi e no meiro wo kakemawaru..
Dengan terburu-buru, ku mengitari labirin untuk ke dirimu
どこへ, 行くかは勝手だけれど
doko e,  yuku ka wa katte da keredo..
dimana, kau dapat pergi semaumu tapi..
邪魔だけはしないでくれる?
jama dake wa shinai de kureru?
Bisakah kau tidak menggunakan jalanku?
悲しいほど, 君に, 伝わらない
kanashii hodo, kimi ni, tsutawaranai
menyedihkan, dirimu, tak dapat ku capai
この気持ち, 大切に, トランクにつめて
kono kimochi,  taisetsu ni, TORANKU ni tsumete
perasaan ini, dengan hati-hati, kan kutaruh disebuah kotak
目障りな休日, 温厚な体質
mezawari na kyujitsu,  honkou no taishitsu..
merusak suasana liburan, sebuah posisi yang salah
今だけ特別, 許せよ毒舌
ima dake tokubetsu,  yuruse yo dokuzetsu
sekarang waktu yang tepat , maafkan perkataanku
なんて,目まぐるしい時の回転
Nante,  memagurushii toki no kaiten
Seperti itulah, susahnya berpaling dari waktu
飛び交う, 街中の喧騒を
Tobikau, machijuu no kensou wo
Ku akan terbang, didalam kesibukan kota
追い越し少しでも君に
oikoshi sukoshidemo kimi ni
hanya untukmu, walaupun sebentar
逢いたいのに, いつも, 上手く行かない
Aitai noni, itsumo, umaku ikanai
Kuingin bertemu denganmu, selalu, tapi itu tak pernah terjadi
でも願う, 今日こそは, 狙いを定め, 隙間を抜けて, 笑顔の彼方へ
demo negau, kyou koso wa,  nerai wo sadame, sukima wo nukete, egao no kanata e
tapi kuberharap, hari ini, tujuanku terpandu, menyelinap melalui celah, dan berakhir di senyummu
もう, 二度と今は戻らない, 追い越す過去
Mou, nido to ima wa modoranai, oikosu kako
selebihnya, kutakkan pernah kembali, karna masa lalu telah berlalu
あざ笑うような未来, みつめたまま
azawarau you na mirai, mitsumeta mama
melihat masa depan, dengan tatapan tetap
こんなにも, そばに, 居ても遠く
konna ni mo, soba ni, ite'mo tooku
begitu lama, kita berjauhan seperti ini
ねえ誰か, 自由への招待を!
Nee dareka, jiyuu e no shoutai wo!
Hei seseorang, ajak diriku untuk bebas!
逢いたいのに, いつも, 上手く行かない
Aitai noni, itsumo, umaku ikanai
Kuingin bertemu denganmu, selalu, tapi itu tak pernah terjadi
でも願う, 今日こそは, 狙いを定め, 隙間を抜けて, 笑顔の彼方へ
demo negau, kyou koso wa,  nerai wo sadame, sukima wo nukete, egao no kanata e
tapi kuberharap, hari ini, tujuanku terpandu, menyelinap melalui celah, dan berakhir di senyummu