Kamis, 10 Januari 2013

Belahan Jiwa, Apa Kabarmu?


image
“Kau kemana saja selama ini?”
katanya sambil memegang kedua pipiku
dengan kedua belah telapak tangannya.
Hangat.

“Kau yang kemana saja selama ini?”
kataku sambil memegang kedua belah telapak tangannya
yang sedang memegang pipiku.
Kuat-kuat.

Mungkin tak usah dipertanyakan:

Kemana saja kita selama ini?
Mengapa sekarang kita baru dipertemukan?
Bagaimana kita harus melalui semua itu dulu,
baru Ia ijinkan untuk bertemu?

Karena yang terpenting bukan yang kemarin,
yang terpenting bukan cepat atau lambatnya,
tapi yang terpenting adalah sekarang
dan semoga kita memang berjodoh untuk selamanya.

Aku tak sabar bertemu denganmu, Belahan Jiwaku,
di mana pun kau berada saat ini,
siapa pun namamu,
betapa pun masa lalumu.

Suatu hari nanti
di hari yang tak terduga
di jam yang akan aku ingat selamanya
Tuhan akan mempertemukan kita.


 @poeticonnie

1 komentar:

Stefani Krista mengatakan...

ini tulisan adk yg buat? :)

Posting Komentar