Sabtu, 16 November 2013

Puisi Wisuda - Feby's

"Hari ini adalah hari yang bahagia untuk kita semua yang berada di ruangan ini, kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila di kelilingi oleh orang-orang yang kita cintai, berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak di ragukan lagi ketulusan Cintanya, dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita yaitu keluarga terutama Orang Tua. Keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini, tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan serta bimbingan dari orang tua."


Bahagiaku Surga mereka, dan Deritaku Pilu Mereka
Karya Feby

Aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yg gelap, pandanganku tertuju di kejauhan sana dengan senyuman yang sudah tak asing dimataku. Dua orang yang sangat aku hargai, dua orang yang hormati, aku cintai dan aku sayangi ya mereka papa dan mamaku dgn disertai senyuman aku berjalan menghampirinya, seiring dengan langkahterlintas dibenakku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini.

Mama yang telah mengandungku selama 9 bulan, Mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir ke dunia ini , Mama juga yang telah merawatku dengan penuh  kelembutan dan kasih sayang.
Papa yang telah mendidikku, papa yang rela bekerja banting tulang, ikhlas mengeluarkan keringat agar aku dapat menikmati hidup, Detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun.
apakah yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka ???
sering aku tutup kuping gak mau dengar nasehat mereka
sering banget aku bohong untuk kepuasanku,
sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalanku.
Sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku dan bahkan aku sering mengeluarkan kata kata kasar yang nggak pantas mereka dengar dari bibirku, dasar cerewet, kuno, kolot.

Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku?
TIDAK.. TIDAK sama sekali, mereka dapat tulus memaafkan kekhilafanku, mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka, bahkan mereka tetap menyebut namaku di setiap doa-doa mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini.
Ya tuhan …..
betapa durhakanya aku,tak sadarkah aku bahwa mereka  begitu berarti dalam hidupku
langkah-langkahku terhenti di depan papa dan mama ku
dan kupandangi wajah mereka inci demi inci
tubuh yang begitu indah kini mulai membungkuk
rambut yang begitu hitam dulu kini mulai memutih dan
kulit yang begitu kencang mulai keriput
ku tatap mata mereka yang berbinar binar dan mulai meneteskan air mata haru
bangga melihatku memakai toga ini
kucium tangan mereka,kupeluk mereka sambil berkata ….. papa…mama..,
yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas apa yang papa dan mama berikan kepadaku.
terima kasih pa ….
terima kasih ma …..
aku sayang papa dan mama hingga akhir hayatku ……..
Terima kasih..


0 komentar:

Posting Komentar